Rabu, 19 Desember 2012

Cetar Membahana..


Pagi ini aku berangkat sekolah. Sebenarnya boleh berangkat ataupun nggak berangkat, soalnya kan sudah selesai ujian semesteran, jadi sekolah memberikan kebebasan untuk siswa. Beberapa yang berangkat sekolah itu karena untuk remidi atau ulangan susulan pada mapel yang nilainya masih dirasa kurang. Ada juga yang berangkat karena ngurus-ngurus event seperti Donor Darah TJRC, Diklat THA, Futsal dalam rangka Lustrum Teladan dan lain-lain.
Hari ini aku berangkat sekolah karena beberapa hal, antara lain untuk remidi ekonomi yang bab perpajakan dan kebijakan Fiskal, latihan nasyid, mendampingi tamu sekolah dari SMP swasta di kalimantan, pertemuan para danus, serta menuntaskan tugas bahasa Arab yang suruh mencari na’at dan man’ut dalam Al-Qur’an.
Sekitar jam 8 aku tiba di sekolah. Kulangkahkan kakiku menuju perpustakaan. Buka-buka buku, belajar ekonomi. Aku berharap semoga nilaiku ekonomi bisa tuntas, makanya aku mruput ke perpus buat belajar. Beberapa menit berlalu, tiba-tiba Nasthithi (temanku, sekretaris 1 OSIS BTB) nongol di depan meja perpus tempat aku belajar. Aku nanya:
“Ti, ntar kamu ikut presentasi buat tamu yang dari kalimantan kan?”
“Wah aku nggak bisa e Fid. Ada rapat sigma.” Seraya menyerahkan flashdisk berisi materi presentasi osis kepadaku.
Lhah… Aku mendadak jadi sedikit takut (semacam nggak siap gitu). Akrima dan Mala nggak ikut soalnya mau ke Smada buat forum FKPO. Sedangkan Marvi ada rapat pramuka, dan Ridwan tiba-tiba bannya bocor. Aduh..
Aku menyudahi belajarku, dan segera ke masjid. Ada Akrima rupanya. Mbak Aje, Mbak Tiwi, Mbak Victa, Gadis, Dini, Nimas dan Afifah juga ada. Biasa.., mereka bermain-main dengan laptop. Mungkin ada film yang bagus.
Fikiranku kacau. Memang aku ini orang yang termasuk jika ada masalah kecil dibuat seakan-akan rumit. Aku bingung mau ngapain. Ketemu Akrima buat mengadu kebingunganku, aku rasa sia-sia.
Aku hijrah ke lobi, tepatnya ke ruang guru, menemui Bu Umi untuk remidi Ekonomi. Wahh.. ternyata ditolak, guys. Beliau berkata bahwa tidak mau jika yang remidi hanya satu atau dua anak saja. Harusnya langsung massal. So, yasudah nggak jadi remidinya. Aku sedikit lega sih, tapi kecewa juga. Soalnya udah belajar.. Nelies aku sms bahwa remed dipending. Nelies nggak jadi ke sekolah.
Aku kembali ke masjid. Ku lihat, teman-teman belum pindah posisi. Masih beradu pandang dengan salah satu laptop mereka. Hmm.. dari tirai masjid akhwat, aku mengintip ke arah aula. Nampak ramai sekali. Ternyata siswa-siswi kelas sepuluh sedang ada acara penyuluhan mengenai Korupsi. Wahh… ada makanannya. Hmm.. isinya roti, pula. Enaknyaa…
Aku mendengar salah dua dari mereka menyanyi lagu “sempurna”. Sepertinya aku tau siapa yang menyanyikannya. Anak MPK, tapi aku lupa namanya. Suaranya bagus. Bagus banget. Vibra dan cengkok-cengkoknya pas dan sesuai irama. Sebagian yang akhwat (perempuan) ikut menyanyikan dengan melambai-lambaikan tangan keatas dengan riang gembira, hingga gemuruh suara –ramainya- terdengar hingga masjid bagian atas. Sedangkan yang ikhwan (laki-laki) kuintip hanya diam –berasa pah poh- sambil menikmati konsum yang disediakan dengan raut ekspresi yang flat. Sungguh datar, padahal yang nyanyi tuh akhwat, gek suaranya bagus. Aku ampek bingung, apa yaa, yang ada di fikiran mereka.
____
Tamu dari SMP Swasta di Kalimantan sudah tiba. Aku dan Dini menyegerakan diri untuk ke ruang multimedia. Tampaklah ada 52 atau 54 murid SMP kelas sembilan beserta 4 orang guru pendamping. Mereka datang jauh-jauh dari Kalimantan untuk menambah wawasan mengenai sekolah yang ada di Yogyakarta. Dan mereka memilih SMAN 1 Yogyakarta sebagai tujuan utamanya.
Setelah pihak tamu yang memberi sambutan, dilanjutkan dengan pihak sekolah. Ada Mr. Marmayadi, Bpk Basuki juga. Beliau menyampaikan berbagai hal mengenai SMAN 1 Yogyakarta. Beliau juga bercerita tentang awal dari program RSBI berlangsung, dan mengenai ujian Cambridge yang dilaksanakan di Teladan tiap tahunnya.
Setelah itu, giliran PH dan MPK yang presentasi. Awalnya Mr.Marmayadi memperkenalkan sebagian PH dan MPK. Dari MPK, yang maju adalah tiga orang ikhwan (laki-laki) kelas sepuluh. Yaitu dek Bismo dkk. Sedangkan yang dari PH ada saya dan dek Hani. Sebenarnya dek Azizap juga, tapi dek Azizap sedang keluar sebentar, saat itu. Setelah perkenalan, tiba-tiba dek Azizap masuk. Karena dek Aziz yang belum perkenalan sendiri, maka dek Aziz disuruh perkenalan sekalian yang mewakili presentasi osis.
Dek Aziz Azka Putra atau yang biasa disapa dengan Azizap adalah seorang yang sangat PD, menurutku. Kharisma dan wibawanya saat presentasi terlihat sekali. Pemikiran-pemikirannya luas dan terlihat menguasai materi saat presentasi. Berbeda denganku yang –kadang- merasa bahwa aku seharusnya tidak berada bersama mereka. Menurutku, mereka (PH dan MPK) anggota-anggotanya adalah orang-orang yang super sekali. Kecuali aku. Mungkin pula, aku bisa menjadi bagian dari mereka itu karena bejo, keberuntungan dari Allah. Sedangkan menurutku sendiri aku belum pantas karena aku belum melihat potensi apa yang ada pada diriku.
___
Selanjutnya, sekitar jam setengah dua belas. Ada pertemuan para danus. Aku dan Dini bersegera dari ruang multimedia menuju ruang 105 untuk menghadiri acara tsb.
Hujan yang lirih mendampingi langkah kami. Setiba di ruang 105, tepatnya di lantai bawah gedung induk dekat dengan uks, sudah ada banyak orang. Tentu kami telat. Pemberitahuannya, mulai jam 10. Ada dek Mail dan Utari yang berada di depan kelas.
Dek Mail juga anggota dari OSIS, menjabat sebagai SekBid 6 yang membawahi Danus, Kosuha, Obscura, dll. Sedangkan Utari sebagai koordinator sie danus.
Penjelasan demi penjelasan tersampaikan dengan jelas dan lugas oleh Utari. Memang temanku yang satu ini bagus dalam public speakingnya. Beliau kritis, profesional dalam bekerja.
Sedangkan saya? entah mengapa sering kali saya merasa sebagai orang yang lemot dalam berfikir. Saya merasa bahwa teman-teman memiliki kemampuan, skill atau potensi yang jauh lebih baik daripada saya. Entah mengapa saya sering merasa bahwa daya tangkap atau daya dong saya sangat sangat sangat lemah, sehingga sering ketika teman-teman sudah faham terhadap suatu hal, saya hanya mangut-mangut seolah mengerti (padahal sebenarnya sering ‘nggak conect’).
Saya sangat berharap bahwa suatu saat nanti saya bisa seperti mereka.. Bismillah, tetap berusaha…..

 Gerimis, pulang ke rumah tanpa mantol... :) 

Syahrini berkata: "Cetar Membahana..." LOL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar