Senin, 21 Januari 2013

Hari minggu :D

Minggu sore, di sebuah rumah sederhana yang berisikan hamba Allah dengan keharmonisan yang merekah di dalamnya. Sore itu, aku sedang bersama Ibu. Sosok yang sangat sangat sangat aku sayangi, walau memang aku tak pernah mengutarakannya. Sosok yang begitu hangat kala aku berada disampingnya. Benar-benar aku merasa nyaman saat itu. Orang Psikologi bilang, karena ikatan batin. 
Ibu.. kukirimkan sepucuk kagum ini kepadamu. Kepada seorang yang setiap kata-katanya, selalu berisi nasihat penyejuk jiwa, penghapus lara. Senyummu kala itu.. sungguh, senyuman yang sangat indah. 

Aku seneeeng banget bisa jalan-jalan sama ibu. Waktu itu, kami ke mirota. Sedernana sih, tapi bagiku itu sangat sesuatu.Kubonceng ibu dengan motor beat, dengan iringan cerah langit sore, kami berbagi cerita, berbagi tawa. Tak ada kesedihan disana. 

Di mirota, kami melihat-lihat baju bagus-bagus, lihat-lihat sandal yang haknya tinggi, daann.. lihat-lihat popok bayi, baju bayi yang sungguh mungil sambil tertawa karena cerita Beliau mengenaiku semasa kecil dulu.

Ibuu....

Kami melihat lihat tanpa membeli satu barangpun dari mereka. Hanya melihat.. Walau begitu, sudah sangat senang. Ibu bilang, kalau besok dah punya uang, aku mau dibelikan. Tapi yang dipasar, yang harganya lebih mering. Toh kualitasnya sama, menurut ibu..

Kami melanjutkan perjalanan ke lantai 3.. Kurogoh selembar uang lima puluh ribuan dari bapak. Aku memanggil ibu seraya menunjuk sebuah benda yang ingin kubeli. Binder. Aku ingin beli ituu, dan ternyata dibolehkan.. :D

-kami pulang-


Dirumah, kutemui bapak dan adek. Saat itu, adek lagi mandi. Aku menuju ruang tengah untuk meletakkan jeruk sebagai oleh-oleh buat bapak. sedangkan bindernya buru-buru aku sembunyikan biar nggak ketahuan adek hehee. Ntar takutnya dia juga minta sesuatu sama bapak. Padahal pengeluaran bapak hari ini (minggu) sudah banyak. 

Malam hari, aku menemani adekku belajar samapai sekitar jam 21.30. Setelah itu, adek ke kamar duluan, sedangkan aku masih bercengkrama dengan tulisanku. 

Have a nice day :)

Kamis, 17 Januari 2013

Dibalik Tirai Klasik TBY

 


Artikel ditulis oleh: Hafida Diah Setyowati --- SMA 1 Yogyakarta 
Member of KPP (Kmunitas Penulis Pelajar)

            
www.komunitaspenulispelajar.blogspot.com | klik
            FB: Komunitas Penulis Pelajar | klik
            Twitter: @kpp_menulis | klik

___________________________________________________________


Taman Budaya Yogyakarta (TBY) adalah sebuah kompleks pengembangan pelatihan seni budaya yang terdapat di Yogyakarta. Kompleks yang beralamat di Jalan Sriwedari No.1 ini berdiri atas surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersamaan didirikannya pusat-pusat kebudayaan di seluruh provinsi di Indonesia. Didirikan tanggal 11 Maret 1977, tak lepas dari masukan para seniman dan cendekiawan yang ikut aktif dalam pemerhati kebudayaan Indonesia untuk mendirikan sebuah kompleks tempat untuk pengapresi dan pengembangan seni agar dapat dinikmati masyarakat umum baik nasional maupun internasional.
Kompleks dengan bangunan cagar budaya ini memiliki visi The Window of Yogyakarta atau Jendela Yogyakarta. Dari jendela inilah aroma budaya dapat terhirup, terhimpun dalam berbagai karya yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Dari jendela inilah angin segar dari berbagai budaya masuk dan menghembuskan berbagai wawasan, memperkaya pengetahuan dan pengalaman serta komunitas seni budaya di Yogyakarta. Disinilah rumah kreatif yang dapat dikembangkan sedemikian rupa, sumbangan para seniman dan masyarakat nasional maupun internasional. Untuk mewujudkan visi tersebut TBY mempunyai empat tugas pokok yaitu melaksanakan pengolahan dan pengembangan seni budaya, melaksanakan laboratorium dan eksperimentasi seni budaya, melaksanakan tata usaha dan rumah tangga dinas, dan memfasilitasi kegiatan seni budaya.
TBY mempunyai beberapa bangunan atau gedung penting yang digunakan untuk kegiatan mengenai seni dan kebudayaan. Antara lain Gedung Kesenian Sositet, Concert Hall, Ruang Pameran Seni Rupa, Ruang Seminar, Amphiteater, Pendhapa, Perpustakaan dan sebuah kantin mungil yang tak jarang penuh sesak oleh pengunjung.
Gedung Kesenian Sositet merupakan gedung cagar budaya, yang didirikan oleh Belanda, namun arsiteknya tidak diketahui. Gedung Kesenian Sositet mempunyai luas panggung 10 x 8 meter dilengkapi dengan lobi, ruang rias, AC, tata lampu dan tata suara. Dengan statusnya sebagai gedung buatan Belanda, gedung Sositet mempunyai mitos tersendiri. “Yang main teaternya kurang konsen, bisa kemasukan setan“ ujar Haryanto selaku petugas keamanan TBY (10/1). Walaupun hanya sekedar mitos, hal itu bisa dijadikan sebagai motivasi agar tetap konsentrasi dan serius dalam berlatih, tidak menyepelekan apa yang sedang dipelajari. Gedung Concert Hall terletak di lantai dua, berkapasitas 1200 penonton. Gedung ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti ruang rias, lobi, ruang stem alat musik, ruang VIP, tata lampu, tata suara dan AC sentral.
Karena letaknya yang strategis berada di sebelah Selatan Pasar Beringharjo, Utara Taman Pintar, dan Timur Benteng Vendenbrug, TBY menjadi padat pengunjung maupun para pelajar dan mahasiswa yang mengadakan sebagian aktivitas atau kegiatannya di TBY.
Tak hanya itu, pelatihan dan pengembangan seni juga diadakan baik dari pihak pengelola TBY atau dari lembaga / organisasi luar. Salah satu lembaga formal untuk pelatihan seni dan budaya adalah AFC atau Art For Children. “AFC biasanya dilaksanakan jum’at sore atau hari minggu pagi” ujar Dina, salah satu pegawai TBY (11/1). Pelatihan ini ditujukan khususnya bagi anak-anak pada jenjang TK-SMP agar memperoleh pengetahuan, pengenalan, dan menumbuhkan kecintaan anak terhadap seni sebagai wujud dari pelestarian seni budaya Yogyakarta. Bidang-bidang AFC meliputi seni rupa, karawitan, seni tari, seni musik, vokal, sastra dan teater. Selain pelatihan, AFC juga mengajak anak untuk mengunjungi studio seniman, tempat pameran, dan lain-lain. Selain AFC, terdapat lembaga informal yang menyelenggarakan kursus atau pelatihan rutin sesuai izin pengelola TBY. “ Ada izin latihan dance, diluar jam kerja,” tambah Pak Adi selaku petugas pengadministrasi umum(10/1)
TBY mempunyai segudang kegiatan yang dilaksanakan secara periodik, dari bulanan hingga tahunan. “Kegiatan-kegiatannya bermacam-macam. Ada Festival Sendratari, Kethoprak, Maestro, Rekontruksi Seni Klasik, Duta Seni, Festival Teater, Pameran dan masih banyak lagi,” tambah Dina (11/1). Setiap kegiatan akan diinformasikan di papan pengumuman yang berada di samping Pendhapa dan akan didokumentasikan dalam bentuk buku agar pelestariannya tetap terjaga.
Keindahan dan kenyamanan berkunjung ke Taman Budaya Yogyakarta sering diwarnai dengan maraknya orang-orang tak dikenal yang tidur sembarangan di sepanjang halaman atau lantai gedung TBY. Petugas keamanan TBY pun segan untuk menanyakan perihal perbuatan orang-orang yang sering tidur sembarangan, dengan alasan sulitnya membedakan ciri fisik seorang seniman dan gelandangan. “Sulit misahin seniman atau gelandangan. Kan nggak enak kalau ternyata dia seniman,” komentar Adi, seorang pekerja di bidang pengadministrasian umum. Komentar berbeda diutarakan oleh Clara, pengunjung asal SMAN 1 Prambanan, “Ya ngotorin sih, mengganggu. Kan gedung seni budaya.” Keindahan, pengaturan sistem tata ruang dan nilai klasik Taman Budaya Yogyakarta memiliki nilai estetika tersendiri dari segi penampilan gedung yang menjadi salah satu cagar budaya, harus dijaga dan dirawat kerapihan dan kebersihannya sehingga nyaman dan berkesan baik bagi para pengunjung.

Rabu, 09 Januari 2013

tulisan geje pas pelajaran TIK



mis mis gerimisss.. ada air dimana-mana. hmm.. mulai kudu bawa mantol nih. ah, motorku jadi cepet kotor kena lendut, air hujan, pasir, debu. huaaa. kudu sering-sering nyuci.

Oke. kembali lagi ke artikel geje. Artikel dengan gaya bahasa yang morat marit, pantangan bagi pembaca yang berprofesi guru bahasa indonesia. (ngapunten nggih bu :3)

Karena hanya untuk mengisi waktu luang pas pelajaran ips ini, ya aku iseng aja nulis-nulis sesuatu yang nggak jelas, tulisan yang nggak berkualitas dan pengejaan serta grammarnya pun banyak yang salah.

karena, aku juga baru dapet ilmu,
"... penulis itu kerjanya ya menulis, bukan mengedit..." so, aku ya langsung nulis aja, tanpa merasa ada beban salah penulisan koma, titik, kata sambung dan yg sejenisnya.

(waaahh.. langsung intine ae yo)

hmm.. apa yahh.. mikir mikir nih.. gejean ini mau tak tulisin apa. Yah, dari tadi tuh temen2 pada asyik ngerjain tugas TIK tentang microsoft exel. (ojo su'udzon simek. aku wes nggarap yoo). nah, karena waktunya masih lamaaaaa banget, aku njuk mbukak-mbukak internet. Mbuka facebook, mbah google, dll. Wah nek kuwi ra perlu diceritakke. Kabeh murid mesti yo do ngono. Kalau dah rampung ngerjakan tugas, ya manfaatin fasilitas internet, terutama buat facebookan sama kepoin someone. Wooohhh someone og piyeee.. heh itu meng kira-kira kok. yang beberapa detik yang lalu melintas di kepalaku.

Btw, kelas ips tuh banyak nyantainya yaa (baca: santai, bukan nyente). Hmm.. jadi buah bibir di kalangan guru pula. Nah itu karena ips disekolahku tuh beda (eh ini cuma cerita loh. nggak bermaksud nyombong atau apalah). Kelas ips atau kelasku entu anaknya narsis gilak. Tapi bukan mendes. Hmm, mungkin tepatnya adalah gudang anak-anak pede, dan kritis. Apalagi ditambah ada si Nelies yang terkenal sejagat rayaaaa, kan dia masuk dalam nominasi cute girls jogja (atau apaa aku lupaa), trus dia tuh nuarsis, cantik, suka dandan, tapi buaiiiiiikkk banget. Terus lagi ada Reno sang ketua MPK yang -kulihat- jiwa politik mengalir dalam jiwanya. Weseeehhhh...  la soalnya dia ntu sangat kritis, up tu date, wawasannya luaaaaaaass banget. Dia juga seorang duta tata ruang. Kayak temen baikku yang item manis, Nur Hayati.

Eh, kok malah ngomongke kanca-kancaku? --"

hmmm... bel kurang tujuh menit lagi.

Mau kuapakan ya, waktu yang tinggal dikit inii... ntar pulang sekolah sih, aku mau ke pasar beringharjo buat beli kain -pesenan-.

Oya, aku belum cerita yaa. Di sekolah, aku kan jualan-jualan gitu. sebenarnya untuk organisassi sih. tapi ya menurutku, buat menambah, melatih, menanamkan jiwa kewirausahakan.

hehe aku kan pengen jadi seorang wirausaha yang sukses. Saat yang lain sedang/bingung nyari kerja, aku pengen nolong mereka dengan cara memberi lapangan pekerjaan. gitu tok.

Ingin mandiri juga sih. Biar besok gedhe, nggak jadi orang yang ketergantungan sama orang lain.

Sepakat?