Minggu sore, di sebuah rumah sederhana yang berisikan hamba Allah dengan keharmonisan yang merekah di dalamnya. Sore itu, aku sedang bersama Ibu. Sosok yang sangat sangat sangat aku sayangi, walau memang aku tak pernah mengutarakannya. Sosok yang begitu hangat kala aku berada disampingnya. Benar-benar aku merasa nyaman saat itu. Orang Psikologi bilang, karena ikatan batin.
Ibu.. kukirimkan sepucuk kagum ini kepadamu. Kepada seorang yang setiap kata-katanya, selalu berisi nasihat penyejuk jiwa, penghapus lara. Senyummu kala itu.. sungguh, senyuman yang sangat indah.
Aku seneeeng banget bisa jalan-jalan sama ibu. Waktu itu, kami ke mirota. Sedernana sih, tapi bagiku itu sangat sesuatu.Kubonceng ibu dengan motor beat, dengan iringan cerah langit sore, kami berbagi cerita, berbagi tawa. Tak ada kesedihan disana.
Di mirota, kami melihat-lihat baju bagus-bagus, lihat-lihat sandal yang haknya tinggi, daann.. lihat-lihat popok bayi, baju bayi yang sungguh mungil sambil tertawa karena cerita Beliau mengenaiku semasa kecil dulu.
Ibuu....
Kami melihat lihat tanpa membeli satu barangpun dari mereka. Hanya melihat.. Walau begitu, sudah sangat senang. Ibu bilang, kalau besok dah punya uang, aku mau dibelikan. Tapi yang dipasar, yang harganya lebih mering. Toh kualitasnya sama, menurut ibu..
Kami melanjutkan perjalanan ke lantai 3.. Kurogoh selembar uang lima puluh ribuan dari bapak. Aku memanggil ibu seraya menunjuk sebuah benda yang ingin kubeli. Binder. Aku ingin beli ituu, dan ternyata dibolehkan.. :D
-kami pulang-
Dirumah, kutemui bapak dan adek. Saat itu, adek lagi mandi. Aku menuju ruang tengah untuk meletakkan jeruk sebagai oleh-oleh buat bapak. sedangkan bindernya buru-buru aku sembunyikan biar nggak ketahuan adek hehee. Ntar takutnya dia juga minta sesuatu sama bapak. Padahal pengeluaran bapak hari ini (minggu) sudah banyak.
Malam hari, aku menemani adekku belajar samapai sekitar jam 21.30. Setelah itu, adek ke kamar duluan, sedangkan aku masih bercengkrama dengan tulisanku.
Have a nice day :)